RADIO DARI MASA KE MASA
Bersama Nuim Khaiyath01. Selamat Pagi
02. Effendi “Kudaku Lari”
03. Pojok Kota
04. Bing Slamet “Nurlaila”
05. Media Manca Negara
06. Tuty Daulay “Malam Binai”
07. Orkes Kelana Ria “Ya Mahmud”
08. Oz Today
09. Sekapur Sirih
10. Oslan Husein “Kampuang Nan Jauh di Mato”Nuim Khaiyath is a three-eras radio news announcer. He was known to be very critical. In 1967 he moved to BBC radio London because his political view differed from President Sukarno’s, also because his financial condition was not very good. Not liking to live in London, he moved to ABC radio in Australia in 1970.
In the beginning of 1990s he had a 7-month leave and went home to Indonesia. During the leave, Delta radio in Jakarta recruited him to broadcast a song-playback programme. Under the New Order, private radio stations were not allowed to have their own news programmes. News programmes had to be relayed from the government-owned radio station. In his song-playback programme, Nuim Khaiyath tried to slip some short news. However, since the old songs that he broadcasted had huge audience, they tended to discuss the short news through the telephone, and they became serious talks. Thus, Nuim Khaiyath was laid off and was requested by the government to go back to Australia.
This broadcast radio programme is a remake of the one in the Delta radio. This news broadcast was recorded in 16 February 2012. We remixed the recording by putting in old Indonesian pop songs which were favoured by Nuim Khaiyath. The songs also reminded him of the time when music like these gave positive and impassioned spirits to Indonesian youths.
-
Nuim Khaiyath adalah penyiar berita radio 3 generasi. Ia dikenal sangat kritis. Pada tahun 1967, Ia pindah ke radio BBC London karena ada perbedaan pandangan politik dengan Presiden Soekarno dan juga kondisi ekonominya yang kurang baik. Merasa tidak betah tinggal di London, Ia pindah ke radio ABC di Australia pada tahun 1970.
Di awal tahun 1990an ia mendapat cuti selama 7 bulan yang ia gunakan untuk pulang ke Indonesia. Dalam masa liburan tersebut, ia diajak radio Delta di Jakarta untuk program siaran lagu-lagu. Pada masa Orde Baru, radio swasta tidak diperbolehkan memiliki program siaran berita sendiri. Siaran berita harus relay dari radio milik pemerintah. Pada siaran lagu-lagu tersebut Nuim Khaiyath mencoba menyelipkan sekilas info. Namun, karena lagu-lagu lama yang ia putar banyak memiliki pendengar, mereka sering membahas info-info tersebut melalui telefon menjadi obrolan yang serius. Akibatnya, Nuim Khaiyath dihentikan dan diminta kembali ke Australia oleh pemerintah.
Program siaran radio ini merupakan remake dari program siaran di radio Delta tersebut. Siaran berita ini direkam pada tanggal 16 Februari 2012. Hasil rekaman tersebut kami remix dengan memasukkan lagu-lagu pop Indonesia lama yang merupakan musik favorit Nuim Khaiyath yang juga sekaligus selalu mengingatkannya pada masa dimana musik seperti ini memberikan semangat yang positif dan bergelora bagi anak muda di Indonesia.
-
Duration: 29:50
Medium: CD-R, MP3, Cassette
Year: 2012Produced by Dian Fatwa, Radio Australia-Indonesia
Recorded at ABC Radio, Melbourne, Australia
Remixed by Wok The Rock & Nuim Khaiyath








